PALEMBANG|Dutaexpose.com – Untuk memperkuat kelancaran logistik ekspor komoditas asal Sumatera Selatan, Karantina Sumatera Selatan bersama PT IPC Terminal Petikemas Area Palembang menggelar Coffee Morning bertajuk “Ngobrol Santai Bareng Shipper, Kupas Tuntas Permasalahan Logistik Ekspor” di Kantor Karantina Sumsel, Kamis (25/6).
Forum ini dihadiri oleh Karantina Sumsel, Bea Cukai Palembang, PT IPC Terminal Petikemas Area Palembang, asosiasi pelaku usaha, perusahaan eksportir, serta pengguna jasa sebagai wadah memperkuat koordinasi dalam mendukung kelancaran logistik ekspor.
Kepala Karantina Sumatera Selatan, Sri Endah Ekandari, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan PT IPC Terminal Petikemas Area Palembang menjadi langkah strategis untuk membangun komunikasi yang lebih erat dengan seluruh pemangku kepentingan.
“Tantangan logistik ekspor hanya dapat diatasi melalui koordinasi dan kerja sama yang baik antara pemerintah, operator pelabuhan, perusahaan pelayaran, serta pelaku usaha,” tutur Sri Endah.
Sri Endah juga menjelaskan perkembangan layanan ekspor Karantina Sumsel serta berbagai komoditas unggulan yang dilalulintaskan ke mancanegara. Hingga tahun 2025, Karantina Sumsel menerbitkan 3.978 sertifikat ekspor atau meningkat 36,4 persen dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 3.030 sertifikat. Sementara hingga 24 Juni 2026 telah diterbitkan 1.002 sertifikat ekspor.
“Komoditas ekspor unggulan Sumatera Selatan didominasi karet lempeng, kelapa bulat, Palm Kernel Expeller (PKE), kayu olahan, minyak kelapa mentah, pakan hewan, kopi, santan, dan produk hilirisasi perkebunan lainnya dengan tujuan utama Tiongkok, India, Vietnam, Malaysia, dan Singapura,” jelasnya
Sementara itu, PT IPC Terminal Petikemas Area Palembang memaparkan kondisi terkini logistik ekspor, termasuk dinamika pelayaran internasional, ketersediaan kontainer dan reefer, serta kesiapan fasilitas terminal dalam mendukung arus ekspor. Berbagai asosiasi dan pelaku usaha juga menyampaikan masukan terkait kondisi logistik sebagai bahan evaluasi dan penyusunan solusi bersama.
Melalui forum kolaboratif ini, Karantina Sumsel dan PT IPC Terminal Petikemas Area Palembang mendapatkan sejumlah masukan dari pelaku usaha yang akan menjadi bahan evaluasi bersama guna meningkatkan kualitas layanan logistik ekspor di Sumatera Selatan.(ndre)







