BANYUASIN|DutaExpose.com –Setelah dilaporkan oleh pelanggannya di Polda Sumsel PT Selapan Tour Jayanto angkat bicara terkait kandas E (Seorang IRT warga Banyuasin, Sumatera Selatan) ke tanah Suci.
Pada saat ditemui di kantornya (Jalan Gubernur H Bastari, Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan),l Rabu (9/7/2025) sore Dumasari Harahap membatalkan, pelapor Epen telah di deportasi oleh Imigrasi Jeddah, Arab Saudi.
“Yang banyak dia tuduhkan ke kita itu tidak benar, kita tidak pernah sekalipun menjanjikan bahwa dia berangkat dengan haji Furoda, statusnya itu tidak benar. Dia juga sudah tau dari awal,”ujarnya kepada Detik Sumsel.
Ia menceritakan, Epen datang ke Selapan tour meminta tolong ke management untuk minta tolong diberangkatkan dengan uang yang dia miliki.
“Dia datang ke Selapan tour minta tolong dibantu kan berangkat. Jadi kita bantu semaksimal mungkin dengan biaya yang dia punya. Mekanismenya memang harus paralel kesana kesini kan berangkatnya tidak bisa langsung berangkat karena keterbatasan dana dia tadi,”Kata Dumasari.
Ia juga membantah, bahwasannya pelapor tidak di deportasi melainkan, menggunakan visa tidak sesuai dengan ketentuan.
“Di tidak di deportasi buktinya klien kita Marta Sella bisa pergi kesana menemani jamaah lain. Dia kan berangkat berempat tapi klien kita bisa masuk menemani jamaah lain. Terkait penggunaan visa itu kita rasa sudah sesuai SOP,”jelasnya.
Atas laporan yang dibuat pelapor Epen ke Polda Sumsel, Selapan tour mengalami kerugian materil.
“Atas laporan dan pemberitaan yang saat ini beredar. Sudah ada 15 yang batal ke kita. Kami minta kepada terlapor selama 7 x 24 jam atau seminggu kedepan untuk mencabut laporannya tersebut, karena jika tidak kami akan mengambil langkah hukum,”tegasnya.
Suami dari Owner Selapan tour menambahkan, sangat menyesali perbuatan yang dilakukan terlapor Epen ke Polda Sumsel pasalnya sejak awal IRT asal Banyuasin tersebut minta tolong dengan manajemen.
“Dia sejak awal minta tolong yang kita tolong karena maksudnyakan baik. Jadi kita cari cara agar dia bisa dapat pelayanan yang maksimal. Umumnya kita berikan pelayanan seperti kita harganya bisa 300 juta sampai dengan 1 miliar lebih,”singkatnya. (ndre)







