Kepala Badan Karantina Indonesia Melepas Dua Komoditas Ekspor Asal Sumsel

Berita19 Dilihat

PALEMBANG|DutaExpose.com-Kepala Badan Karantina Indonesia Dr Sahat Manaor Panggabean menghadiri serta melepas secara langsung kegiatan pelepasan ekspor komoditas pertanian/perkebunan senilai Rp 151 Miliar ke Sepuluh negara tujuan dan komoditas perikanan senilai Rp 2,3 Miliar negara Perancis dengan mengambil tema “Kompeten, Unggul, Amanah, dan Tangguh”, dan acara ini sendiri dipusatkan di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Boom Baru Palembang.

 

Turut hadir di dalam acara Penjabat Gubernur Sumsel Dr Drs H A Fathoni, M.Si, Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Sumsel Ir Basyaruddin Akhmad, M.Sc, Kepala Balai Karantina Kelas I Palembang drh.

Azhar, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Holtikultura Provinsi Sumsel H R Bambang Pramono, dan undangan lainnya.

Kepala Badan Karantina Indonesia Dr Sahat Manaor Panggabean mengatakan, bahwa pemerintah ini terus akan membuka ruang untuk komoditi-komoditi lainnya, dan juga negara-negara lainnya.

Memang syarat dari negara-negara tertentu itu berbeda-beda, kami dari Karantina memastikan bahwa syarat-syarat yang dibutuhkan oleh negara-negara tersebut itu bisa dipenuhi.

“Tadi kita sudah melihat ada sertifikat yakni sertifikat dan sertifikat lainnya. Itu menunjukkan bahwa laboratorium kita, kantor kita itu diatur oleh mereka, jadi apa pun yang mereka minta bisa kita siapkan dan harapannya seperti itu,” ujarnya.

Kemudian, seharusnya barang itu tidak akan ada penolakan dinegara-negara tujuan. Karena memang sudah sesuai dengan protokol antara dua negara.

“Untuk potensi-potensi komoditi lainnya, saya lihat di provinsi Sumsel cukup banyak, terkait dengan sarang burung walet kita banyak di sini. Kelapa tadi disampaikan yang kita kirim baru bulannya, tetapi ada kelapa muda juga, di mana mungkin ini akan di sertifikasi oleh CA-nya.

Selain itu ada durian juga, di mana kemarin kita sudah sampaikan bahwa Indonesia potensi durian sangat banyak, dan mereka juga merasa durian kita itu unik, di mana selama ini mereka terima dari Thailand yakni durian Montong,” ungkapnya.

“Untuk duriannya bervariasi, ada yang manis, ada yang pahit, dan ada juga manis pahit dan sebagainya. Sehingga itu menarik untuk mereka, dan mungkin untuk komoditi-komoditi lainnya. Saya pikir untuk provinsi Sumsel ini bisa menyiapkan itu, dan kami dari Balai Karantina terus membantu untuk mempercepat proses-proses kekarantinaan dan juga syarat-syarat dari negara-negara dimaksud.

Sekali lagi ini kerja sama kita semua, stakeholder dari pusat dan juga daerah kita bersinergi, yakinlah kita akan kuat, ini eranya kita untuk bangkit, sepanjang kita bersama-sama berkolaborasi. Dan saya yakin pengalaman saya di beberapa tempat, kita berkolaborasi, kita bisa maju, dan kita bisa kuat ke depan, dan untuk rekan-rekan media tolong diangkat dari hal-hal sisi positif saja,” katanya.

Sementara itu, PJ Gubernur Sumsel Dr Drs H A Fathoni, M.Si menuturkan, pada hari ini ada kegiatan pelepasan ekspor untuk komoditas pertanian, perkebunan, dan perikanan dengan total senilai Rp 153,3 Miliar. Tadi Kepala Badan Karantina Indonesia sudah menyampaikan bahwa ekspor semacam ini akan terus dilakukan serta berkesinambungan.

“Dan hari bukan yang pertama tapi sebelumnya juga sudah dilakukan ekspor, dan pelepasan hari ini menunjukkan kepada kita semua, bahwa ekspor itu perlu adanya sinergitas, perlu ada kerja sama, dan perlu adanya koordinasi dengan semua pihak,” ucapnya.

Dia menuturkan, di mana pihak-pihak tersebut yakni ada pihak pelabuhan, ada pihak bea cukai, ada pihak imigrasi, khususnya ada lagi badan karantina, ada pemerintah daerah, ada pelaku usaha, ada masyarakat, ada pihak petani, ada pekebun, dan juga nelayan.

Terus kita dorong, dari pemerintah terus mendorong agar ekspor ini bisa dilakukan untuk bisa memenuhi kebutuhan yang ada di luar negeri.

“Ekspor juga menunjukkan bahwa kebutuhan di kita di masyarakat provinsi Sumsel sudah mencukup, maka ini terus kita tingkatkan produksinya, dan secara kualitas tadi kepala Badan Karantina Indonesia sudah menyampaikan, keinginan atau permintaan dari negara tujuan itu apa, itulah yang akan kita wujudkan dan kita cek,“ imbuhnya.

Fatoni menjelaskan, Badan Karantina sebagai filter, sebagai ujung tombak, untuk bisa memastikan bahwa seluruh komoditas itu memenuhi standar, memenuhi persyaratan dan keinginan dari negara tujuan dari ekspor yang dilakukan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh petani, kebun raya, seluruh Stakeholder yang ada, dan masyarakat yang terus bekerja keras untuk mewujudkan pangan kita.

Sehingga Mandiri Pangan di Sumsel itu bisa diwujudkan, ekspor bisa terus dilakukan, dan kami juga mengucapkan terima kasih kepada Balai Karantina, dan seluruh instansi vertikal, pelabuhan, bea cukai, imigrasi, dan seluruh yang terlibat, sehingga ekspor di Sumsel terus meningkat, dari hari ke hari, dan dari tahun ke tahun,” tandasnya. (AN)