PALEMBANG|Dutaexpose.com – Terkait laporan adanya dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh seorang oknum guru di Polrestabes Palembang.
Yang mengakibatkan siswi salah satu SD di Kota Palembang mengalami mata merah yang membuat korban FR harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) Bari Palembang.
Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihhartono menerangkan, bahwa terkait kasus diduga penganiayaan yang dilakukan seorang oknum guru telah dilaporkan oleh orang tua FR, Sukrisnawati (40) di SPKT Polrestabes Palembang.
“Memang ada laporan tersebut di SPKT Polrestabes Palembang yang saat ini anggota kita Unit PPA Satreskrim Polrestabes Palembang masih melakukan penyelidikan,” ujarnya, Selasa 4 November 2025.
Untuk hasil visum korban sendiri dari rumah sakit, pihaknya masih menunggu hasil visum tersebut.
“Korban sendiri dilakukan visum oleh pihak dokter RS Bari pada Selasa 4 November 2025, dan kita masih menunggu hasilnya,” katanya.
Untuk hasil visumnya ini, kata Kapolrestabes Palembang akan disampaikan dan sifatnya terbuka.
Hasil pemeriksaan visum ini nantinya akan dijadikan informasi awal mengenai kejadian yang dialami korban.
Dimana kedua mata korban mengalami merah dan pihaknya akan mencari tahu peristiwa itu bisa terjadi baik itu bekas benturan benda tajam maupun benda tumpul.
“Kita akan mencari gambaran peristiwa dari beberapa bukti yang didapatkan, termasuk hasil visum ini untuk bisa mengungap apa yang terjadi itu,” ungkapnya.
Untuk laporan polisi yang dibuat orang tua korban di SPKT Polrestabes Palembang, pihaknya menghargai hal itu.
“Kita menghargai adanya laporan itu, tapi anggota kita masih melakukan pengumpulan barang bukti hingga melakukan pemeriksaan saksi,” tambahnya.
Saksi sendiri yang telah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik Unit PPA Satreskrim Polrestabes Palembang.
Beberapa saksi yang dilakukan pemeriksaan penyidik antara lain Kepala Sekolah, wali kelas, dan guru pengganti.
“Jadi ada 4 saksi yang dilakukan pemeriksaan, hal ini tidak lain terkait peristiwa yang dialami korban tersebut,” jelasnya.
Bahkan juga pihaknya sedang mencocokan hasil pemeriksaan awal yang dilakukan pihak Puskemas, dimana pada awalnya korban memiliki bintik merah sebiji pada matanya.
“Jadi awalnya sendiri korban ini ada bintik merah, kemudian beberapa hari setelahnya menjadi merah seperti sekarang ini dikedua matanya,” terangnya.
Bahkan korban sendiri memiliki Riwayat penyakit berupa bantuk yang hamper 1 bulan dideritanya.
Selain itu, korban ini didapatkan dalam pembelajarannya di sekolah dalam hal menulis mengalami kesulitan.
Hingga menempatkan korban yang awalnya berada di deretan 3 dipindahkan ke bangku paling depan. (ndre)







