Terkait Black Out Semua Pembangkit Listrik, Ini Penjelasan Manager Komunikasi PLN S2JB

Berita22 Dilihat

PALEMBANG|DutaExpose.com- Sehubungan dengan adanya Black Out semua pembangkit listrik hari Selasa (4/6/2024) yang cukup lama sehingga banyak berdampak kepada masyarakat khususnya di Kota Palembang.

Manager Komunikasi & TJSL UID S2JB, Iwan Arissetyadhi mengatakan untuk kendala yang terjadi kelistrikan di Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, dan juga Provinsi Lampung, Bangka Belitung (Babel) ini ada gangguan pada sistem transmisi 275 kilo volt antara Kota Lubuk Linggau – Lahat.

“Namun, saat ini petugas kita masih mendalami atau PLN telah menerjunkan petugas – petugas yang di lapangan untuk menelusuri penyebab pasti gangguan,” ujar Iwan kepada media online ini, Rabu (5/6/2024) siang.

Sambung Iwan menjelaskan, pihak PLN secara paralel sambil penelusuran lebih dalam pihaknya mengupayakan dan fokus kepada upaya pemulihan dahulu. “Agar sistem kelistrikan di Sumsel, Jambi dan Bengkulu bisa pulih 100 persen,” katanya.

Menurut Iwan mengatakan, pihak PLN juga akan berkoordinasi dengan seluruh stakeholder, pemerintah daerah, “Kami mengutamakan untuk fasilitas – fasilitas pelayanan publik seperti rumah sakit, LRT, dan lainnya. Kami tetap berusaha secara bertahap pelanggan bisa pulih kembali,” ungkapnya.

Lanjutnya, secara umum gangguan ini hampir merata di seluruh daerah. Dan saat ini pihak PLN hampir 80 persen sudah berhasil di normal kan. “Lokasinya tersebar jadi tidak secara parsial pada suatu daerah itu lebih banyak dari daerah lain yang padam, yang jelas kita terus mengupayakan supaya secara bertahap dengan tetap mempertahankan sistem tetap handal,” jelas Iwan.

Lebih jauh di katakan Iwan bahwa semalam listrik terjadi naik turun dikarenakan sistem belum stabil. “Jadi untuk memasukkan beban atau penambahan normalisasi juga harus bertahap,” tuturnya.

Terdampak listrik mati merata bukan hanya di Sumsel namun hingga ke provinsi Babel, Jambi, Sumut, Riau juga ikut terdampak. “Kami mengupayakan secepatnya untuk penormalan nya dan saat ini progres sudah 80 persen dan mohon doanya masyarakat khususnya Sumsel mudah mudahan tidak ada kendala lainnya sehingga sisanya 20 persen secara bertahap segera di normalkan,” tegasnya.

Banyaknya terdampak kerugian akibat listrik mati, apakah ada kompensasi dari pihak PLN. Iwan mengaku ini tentunya secara korporasi kami serahkan dengan perusahaan. “Bagaimana konsepnya, Namun dari sisi kita di Unit kami fokus kepada upaya penormalan dulu,” ujarnya.

Untuk kedepannya mencegah kejadian serupa terulang, Iwan mengatakan untuk kedepannya mengupayakan akan lebih banyak menyampaikan upaya – upaya terkait dengan peningkatan kendala sistem seperti sosialisasi dengan teman media, media sosial, dan lainnya.

Gangguan listrik saat ini terjadi pada sistem transmisi yang sudah interkoneksi. “Memang sistem Sumatera ini terkoneksi dari Lampung sampai Aceh, ketika salah satu terutama di jalur utama terdapat kendala atau gangguan ini bisa saja mempengaruhi keseimbangan di sistem,” jelasnya.

Iwan memohon maaf untuk layanan pengaduan PLN baik melalui kontak center 123 dan PLN Mobile ini trafiknya sangat tinggi. “Namun petugas PLN dan dari kontak center serta admin di PLN Mobile terus mengupayakan menyelesaikan satu persatu untuk laporan yang masuk,” tutupnya. (Ndre)