Polda Sumsel Meraih Peringkat 3 Apresiasi Penegak Hukum Sahabat Dhuafa dan Fakir Miskin 2026

Berita8 Dilihat

PALEMBANG|Dutaexpose.com- Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) berhasil meraih Peringkat 3 Apresiasi Penegak Hukum Sahabat Dhuafa dan Fakir Miskin Tahun 2026.

Dalam kategori Kelembagaan yang diselenggarakan oleh Bidang Hukum Majelis Ulama Indonesia, bekerja sama dengan BAZNAS dan BSI, bertempat di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta pada Kamis 2 Juli hingga Jumat 3 Juli 2026.

Karo SDM Polda Sumsel, Kombes Pol. Sudrajad Hariwibowo, S.I.K., M.Si mengatakan, Polda Sumsel menjadi salah satu penerima apresiasi kategori kelembagaan bersama sejumlah lembaga bantuan hukum dan instansi penegak hukum lainnya.

“Capaian ini merupakan bentuk apresiasi terhadap komitmen Polda Sumsel dalam menghadirkan penegakan hukum yang humanis, pelayanan yang mudah diakses, perlindungan kepada kelompok rentan, serta kepedulian nyata kepada masyarakat dhuafa, fakir miskin, dan masyarakat kurang mampu,” ujarnya, Jumat 3 Juli 2026

Dalam proses pengajuan tersebut, Biro SDM Polda Sumsel berperan sebagai tim penggerak, koordinator, dan penyusun bahan dukung, mulai dari inventarisasi kegiatan Satker dan Satwil Jajaran.

Dari pengumpulan data dan dokumentasi, penyusunan profil kelembagaan, penyusunan dokumen pendukung, pengelompokan kegiatan dalam beberapa klaster penilaian, hingga finalisasi bahan pengajuan kepada panitia.

Adapun beberapa poin utama yang ditonjolkan Polda Sumsel dalam pengajuan apresiasi tersebut, antara lain Penguatan akses keadilan, problem solving, dan restorative justice.

Kemudian Polda Sumsel melalui Satker dan Satwil jajaran menampilkan berbagai kegiatan penyelesaian permasalahan hukum dan sosial masyarakat secara humanis, antara lain restorative justice, problem solving, pendampingan korban, mediasi.

Serta pelayanan hukum kepada masyarakat kurang mampu dan kelompok rentan. Contoh kegiatan yang ditonjolkan antara lain restorative justice Polres PALI melalui metode 5R Restorative.

Kemudian restorative justice perkara kecelakaan air oleh Ditpolairud Polda Sumsel, pendampingan korban oleh Polres Ogan Ilir, penyelesaian KDRT oleh Unit PPA Polres Muara Enim, serta problem solving di beberapa Polres jajaran.

Perlindungan perempuan, anak, lansia, disabilitas, dan kelompok rentan, Polda Sumsel juga menonjolkan pelayanan dan pendampingan kepada kelompok rentan.

Seperti perempuan, anak, lansia, disabilitas, korban kekerasan, korban kecelakaan, dan masyarakat kurang mampu. Beberapa program yang menjadi penguat antara lain layanan SI LARRAS Polres OKU Selatan sebagai Sistem Layanan Ramah Gender, Anak, dan Disabilitas.

Dokkes SEJATI Polrestabes Palembang, pembagian kursi roda oleh Ditres PPA dan PPO. GENTING cegah stunting Polres Musi Rawas; serta program KOPI HANGAT Polres Pagar Alam dalam pendampingan korban laka lantas dari masyarakat kurang mampu/disabilitas.

“Inovasi pelayanan dan layanan kepolisian yang mudah diakses. Polda Sumsel menunjukkan bahwa pelayanan kepolisian tidak hanya menunggu masyarakat datang ke kantor, tetapi juga hadir langsung menjangkau masyarakat,” ungkapnya.

Poin yang ditonjolkan antara lain Call Center 110 ROOPS/COMCEN dalam merespon laporan masyarakat, Ambulan Terapung dan Klinik Terapung Ditpolairud untuk masyarakat wilayah perairan, Perpustakaan Terapung, SI LARRAS Polres OKU Selatan, KOPI HANGAT Polres Pagar Alam, serta SKCK Keliling.

Kegiatan preemtif, preventif, dan pembinaan masyarakat, Polda Sumsel juga menampilkan kegiatan pembinaan dan pencegahan melalui Program BELIDA/Gerakan ASRI yang dilaksanakan pada 3.079 titik kegiatan.

Dengan pelibatan 58.119 personel, pembinaan anak jalanan/gepeng oleh Ditbinmas, Airud Bina Pelajar Ditpolairud, konseling anak dan remaja oleh Polrestabes Palembang, sosialisasi pencegahan bullying, tertib lalu lintas, bijak bermedia sosial, serta edukasi hukum kepada kaum dhuafa.

Program kemanusiaan berdampak nyata dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Dalam aspek kemanusiaan, Polda Sumsel menonjolkan program yang memberikan manfaat langsung dan berkelanjutan, antara lain bedah rumah sebanyak 95 lokasi, pembangunan sumur bor sebanyak 73 lokasi.

Program Jembatan Merah Putih sebanyak 53 titik/lokasi, bantuan MCK/prasarana air bersih, perbaikan akses jalan masyarakat, serta baksos/bansos rutin oleh Satker dan Satwil jajaran.

Selain itu, juga ditonjolkan respon kemanusiaan terhadap balita terlantar oleh personel Ditreskrimsus Polda Sumsel dan bantuan pemakaman bayi dari keluarga dhuafa oleh SPKT Polda Sumsel.

“Capaian ini tidak terlepas dari arahan dan dukungan pimpinan, serta kontribusi seluruh Satker Polda Sumsel dan Satwil jajaran yang telah melaksanakan berbagai kegiatan pelayanan, perlindungan, problem solving, pembinaan, dan kemanusiaan di wilayah masing-masing,” ungkapnya.

Secara khusus, Biro SDM Polda Sumsel turut menggerakkan proses konsolidasi bahan, mengoordinasikan pelaporan dari Satker/Satwil, serta menyusun bahan pengajuan agar komitmen dan capaian Polda Sumsel dapat tergambarkan secara utuh kepada panitia.

Apresiasi ini menjadi motivasi bagi Polda Sumsel untuk terus memperkuat kehadiran Polri yang Presisi, humanis, mudah diakses, responsif, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya masyarakat dhuafa, fakir miskin, masyarakat kurang mampu, dan kelompok rentan. (ndre)