Aktifitas di Hari Libur, Komunitas Free Fly Terbangkan Aneka Burung Macaw

Hobby34 Dilihat

PALEMBANG|DutaExpose.com-Di waktu libur nasional seperti hari minggu. Komunitas Palembang Free Fly latihan bersama menerbangkan aneka Burung Macaw

Manfaatkan lapangan di Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, anggota Komunitas Palembang Free Fly melatih burung peliharaan atau kesayangannya di pagi hari mulai dari pukul 07.00 hingga pukul 10.00 WIB.

 

“Latihan ini memang sudah biasa , setiap hari libur nasional seperti hari minggu anggota Komunitas Palembang Free Fly akan menerbangkan aneka Burung Macaw seperti dikawasan BKB, Jakabaring, di kawasan waduk Sapta Marga di Kalidoni,dan ditempat lainnya,” jelas Ketua Komunitas Palembang Free Fly Ahmet Fikri saat jumpai dilokasi Minggu (21/1/2024).

Burung Macaw merupakan salah satu burung yang unik dan cantik , karena burung ini memiliki warna yang berbeda dengan burung lainnya. Selain itu juga, burung Macaw cukup pintar dan jinak dengan pemiliknya.

Burung Macaw ini berasal negara
Amerika Tengah, Burung Macaw sendiri terdiri dari berbagai jenis. Namun ada enam jenis burung Macaw yang cukup dikenal, yaitu Macaw Biru dan Kuning. Lalu Macaw Militer, Macaw Scarlet, Macaw Kerah Kuning, dan Macaw di Birdworld Kuranda.

Untuk itu ia mengatakan, bahwa tujuan dari menerbangkan ini agar membangun ikatan antara Burung Macaw dengan pemiliknya.

“Ini sangat penting, karena Burung Macaw mempunyai karakter tersendiri yakni ada kedekatan dengan pemiliknya,”ujar Ahmet Fikri.

Untuk proses pemeliharaan dan perawatan burung Macaw, menurut Ahmet tidak terlalu sulit. Yang terpenting, pemilik burung harus benar-benar memperhatikan kebersihan agar burung selalu dalam kondisi sehat.

“Diutamakan untuk kebersihan, baik itu kandang, tangkringannya dan tempat tinggalnya. Kalau dari pakannya, cara memberi makan yang baik dan benar itu untuk bubur,biji-bijian,kacang-kacangan dan juga bisa buah-buahan dan ada juga buahan yang tidak boleh diberikan seperti buah alpokat.” jelas Ahmet.

Tidak hanya itu, burung ini dilengkapi dengan GPS berikut baterai yang bisa bertahan selama dua hari.

“Kami memasang GPS agar Burung Macaw ini pada saat diterbangkan bisa dilacak keberadaanya, apabila lupa jalan pulang,” jelas Ahmet Fikri.

Sementara, Jenis Burung Macaw yang dipelihara oleh 40 anggota komunitas ini
rata-rata adalah jenis blue gold, baby catalina dan Harlequin macaw. Untuk Harganya pun berpariasi satu ekor burung mulai Rp 40 hingga Rp 300 juta hingga lebih.

“Kami mendapatkan pasokan dari Jakarta, Semarang dan Bandung serta wilayah luar Sumsel lainnya. Belinya juga resmi dengan surat kepemilikan,”tutupnya. (Ndre)