Diduga Dikeroyok Sultan Palembang, Pria Ini Lapor Polisi

Kriminal152 Dilihat

PALEMBANG|DutaExpose.com-Menjadi korban pengeroyokan Edwin Syarif (52), warga lorong Hijrah, Kecamatan Seberang Ulu I Palembang, mengalami luka dibagian pipi, bengkak dibagian kepala sebelah kanan, lecet di batang hidung, bengkak di pelipis mata kiri, memar dibagian tangan kanan.

Kondisi yang dialami Edwin itu, karena dirinya sudah dikeroyok oleh sekitar 10 orang pria, dimana satu diantara ke 10 pria itu diduga Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin.

Hal itu terungkap usai Edwin, membuat laporan polisi diruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang, pada Minggu (20/4/2025) malam, sekitar pukul 19.30 WIB.

Saat ditemui usai membuat laporan, Edwin mengatakan peristiwa pengeroyokan yang dialaminya terjadi pada Minggu (20/4/2025) siang, sekitar pukul 14.00 WIB, di jalan Torpedo Butik Lentera, Kecamatan Kemuning Palembang.

Bermula ketika dirinya dijemput pakai mobil oleh beberapa orang pria, yang mengatasnamakan dari Polda Sumatera Selatan. Korban Edwin dijemput untuk klarifikasi pernyataannya di sebuah akun media sosial, yang diduga merujuk ke Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin.

Namun sesampainya di Tempat Kejadian Perkara (TKP), korban langsung di pukul oleh orang yang mengaku Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin, dan diikuti oleh orang-orang lain yang merupakan temannya, sekitar 10 orang turut memukuli korban.

Beruntung ketika dikeroyok, pihak kepolisian Polsek Kemuning datang ke lokasi kejadian, untuk mengamankan korban. Lalu korban mendatangi Polrestabes Palembang, untuk melaporkan terlapor diduga Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin dan kawan-kawan.

“Jadi awalnya itu, saya dijemput oleh beberapa orang, ada yang mengaku dari Polda, membawa saya ke TKP, sampai disana mereka minta saya klarifikasi. Tapi sampainya di rumah sana, Iskandar itu langsung memukul saya, Iskandar itu mengaku Sultan, lalu yang lain ikutan memukuli saya,” kata Edwin.

Awal mula permasalahan tersebut, diakui Edwin, dirinya meminta terlapor Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin, untuk menunjukkan ke masyarakat bahwa memang dirinya sebagai Sultan.

“Tunjukkan barang-barang memang peninggalan dari Sultan Mahmud Badaruddin I, seperti keris atau yang lainnya, jadi Palembang ini tidak malu, artinya memang ada. Mungkin dia tidak senang saya katakan Sultan abal-abal, jadi saya dijemputnya dan sampai di lokasi, saya dikeroyok,”ungkapnya. (ndre)