Dies Natalis ke-66, Unsri Bidik Prestasi Global dan Pertegas Kontribusi bagi Bangsa

Berita, Palembang9 Dilihat

PALEMBANG | DutaExpose.com — Universitas Sriwijaya (Unsri) menjadikan peringatan Dies Natalis ke-66 sebagai momentum untuk memperkuat persatuan, meningkatkan prestasi, dan memperluas kontribusi perguruan tinggi bagi pembangunan bangsa. Dengan status sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH), Unsri bertekad terus berkembang menjadi institusi pendidikan tinggi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Semangat tersebut mengemuka dalam malam puncak Dies Natalis ke-66 Unsri yang digelar di Graha Sriwijaya, Minggu (31/10/2026). Mengusung tema “UNSRI Bersatu, Berdampak bagi Negeri”, kegiatan ini dihadiri Rektor Unsri Prof. Taufik Marwa, para guru besar, mantan rektor, civitas akademika, serta mitra perbankan.

Wakil Rektor I Unsri, Prof. Dr. Ir. H. Rujito Agus Suwignyo, M.Agr., menyampaikan bahwa tema yang diangkat tahun ini merupakan cerminan tekad universitas untuk terus menghadirkan manfaat melalui berbagai program pendidikan dan kegiatan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis bukan hanya dalam mencetak lulusan berkualitas, melainkan juga dalam mendukung pembangunan daerah dan memberikan sumbangsih bagi kemajuan Indonesia.

Karena itu, Unsri terus berupaya meningkatkan kualitas institusi melalui berbagai program yang berorientasi pada pengembangan akademik, peningkatan prestasi, serta perluasan kerja sama di berbagai sektor.

“Sesuai dengan temanya, Unsri berupaya untuk terus menampilkan kontribusi terbaik dalam berbagai kegiatan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat, baik di tingkat regional Sumatera Selatan maupun nasional,” ujarnya.

Perluas Jaringan Internasional

Selain memperkuat kontribusi di dalam negeri, Unsri juga terus mendorong internasionalisasi pendidikan melalui penerimaan mahasiswa asing. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kualitas pendidikan sekaligus kebudayaan Indonesia kepada masyarakat dunia.

Rujito mengungkapkan, jumlah mahasiswa asing yang belajar di Unsri pada tahun ini mencapai sekitar 250 orang.

Kehadiran mahasiswa dari luar negeri tersebut memberikan kesempatan bagi terciptanya pertukaran pengetahuan dan budaya di lingkungan kampus. Di sisi lain, program tersebut turut memperluas pengenalan Unsri di kawasan Asia Tenggara hingga tingkat global.

“Program mahasiswa asing ini menjadi salah satu upaya Unsri untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia sekaligus membawa nama universitas ke tingkat internasional,” jelasnya.

Penguatan jejaring internasional diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengembangan sumber daya manusia.

Status PTNBH Jadi Modal Pengembangan

Pada usia ke-66, Unsri juga memiliki capaian strategis dengan menyandang status Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH). Status tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan pengembangan institusi untuk meningkatkan kualitas pengelolaan dan daya saing perguruan tinggi.

Rujito menegaskan, Unsri berkomitmen untuk terus bergerak maju dan mencatatkan prestasi di tengah persaingan dunia pendidikan tinggi yang semakin dinamis.

Dengan status tersebut, Unsri diharapkan semakin mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki, memperkuat tata kelola perguruan tinggi, serta mengembangkan program-program yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Semangat kemajuan itu sekaligus menjadi tanggung jawab seluruh civitas akademika untuk menjaga kualitas pendidikan dan memastikan keberadaan universitas memberikan dampak nyata bagi pembangunan bangsa.

Apresiasi Prestasi, Perkuat Kebersamaan

Malam puncak Dies Natalis ke-66 Unsri berlangsung meriah dengan berbagai agenda yang menggabungkan apresiasi prestasi dan hiburan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyerahan penghargaan kepada pimpinan serta pengumuman pemenang sejumlah perlombaan. Kategori yang dipertandingkan meliputi program studi berdampak, zona integritas, kampus sehat, hingga lomba memasak nasi goreng.

Berbagai penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap partisipasi dan pencapaian unsur-unsur di lingkungan universitas dalam memeriahkan peringatan hari jadi Unsri.

Suasana semakin semarak melalui pertunjukan Tari Gending Sriwijaya, penampilan Dharma Wanita Persatuan, paduan suara mahasiswa asing asal Myanmar, serta hiburan musik yang disambut antusias para undangan.

Panitia juga menyiapkan pembagian hadiah hiburan dan sejumlah hadiah utama, termasuk paket umrah serta sepeda motor dari para sponsor.

Perayaan ini menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara pimpinan, tenaga pendidik, mahasiswa, alumni, dan mitra universitas.

Memasuki usia ke-66, Unsri diharapkan terus memperkuat fondasi kelembagaan, meningkatkan kualitas akademik, dan memperluas kiprah internasional. Semangat kebersamaan yang diusung dalam Dies Natalis tahun ini menjadi dorongan untuk menjadikan Unsri semakin berprestasi sekaligus konsisten memberikan kontribusi bagi negeri.