Ketum Jarnas Sumsel Akan Dilaporkan ke Polda SumselDugaan Berita Hoax di Medsos, YGMS Sudah Beri Kesempatan Terakhir

Berita, Palembang5 Dilihat

PALEMBANG | DutaExpose.com – Polemik terkait dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berlokasi di Betung, Kabupaten Banyuasin, kembali memanas. Yayasan Gebu Minang Sejahtera (YGMS) melalui tim kuasa hukumnya membantah keras informasi yang sebelumnya disampaikan Ketua Umum Jarnas Sumsel, Budi Setiawan, terkait tudingan bahwa dapur MBG tersebut berada berdampingan dengan sarang burung walet.

Dalam konferensi pers yang digelar di Rumah Makan Bebek Sawahan Rajawali, Palembang, Jumat (5/6/2026), kuasa hukum YGMS, Advokat Pida Raini, SH, mengungkapkan bahwa pihaknya merasa perlu memberikan klarifikasi lanjutan atas pernyataan yang dinilai menyesatkan dan telah menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

Menurut Pida, pertemuan yang sebelumnya dilakukan dengan Budi Setiawan justru membuka fakta lain yang dianggap perlu disampaikan kepada publik. Ia menyebut dalam pertemuan tersebut terdapat keinginan dari pihak yang bersangkutan untuk menjalin kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Yayasan Gebu Minang Sejahtera.

“Pada pertemuan itu, beliau menyampaikan keinginan agar ada kerja sama antara dirinya dengan pihak yayasan. Bahkan sempat menyampaikan sejumlah nominal yang menurut kami tidak pernah mencapai kesepakatan karena tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Pida.

Lebih lanjut, Pida mengungkapkan bahwa Budi Setiawan juga disebut menawarkan diri untuk memasok kebutuhan tempe bagi dapur MBG dengan nilai yang jika diakumulasikan mencapai sekitar Rp5 juta per hari.

“Kami sangat menyayangkan perkembangan persoalan ini. Karena itu, sebagaimana yang sudah kami sampaikan sebelumnya, langkah hukum akan tetap ditempuh. Malam ini kami berencana membuat laporan resmi ke Polda Sumatera Selatan,” tegasnya.

Sementara itu, kuasa hukum YGMS lainnya, Adv. Idasril Firdaus Tanjung, SE, SH, MH, MM, menegaskan bahwa kesempatan untuk memberikan klarifikasi kepada pihak yang bersangkutan telah diberikan secara terbuka.

“Hari ini merupakan kesempatan terakhir yang kami berikan. Selanjutnya kami akan menyerahkan persoalan ini kepada aparat penegak hukum dan mengikuti seluruh proses yang berlaku,” kata Idasril.

Ia menilai polemik yang berkembang seharusnya tidak mengganggu pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang merupakan salah satu program strategis nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Program ini bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak. Yang seharusnya dilakukan adalah memberikan dukungan dan pengawasan yang konstruktif, bukan menyebarkan informasi yang belum tentu benar,” ujarnya.

Terkait tudingan adanya sarang burung walet di sekitar lokasi dapur MBG, Idasril menegaskan bahwa pihak yayasan telah mengantongi surat pernyataan dari pemilik bangunan yang menyatakan lokasi tersebut tidak digunakan sebagai sarang walet. Dokumen tersebut, kata dia, juga telah diketahui oleh pemerintah setempat melalui Plt Camat.

“Kami telah menjalankan seluruh prosedur sesuai petunjuk teknis dari Badan Gizi Nasional (BGN). Semua persyaratan yang diwajibkan telah dipenuhi sebelum dapur tersebut beroperasi,” pungkasnya.

Kasus ini kini berpotensi berlanjut ke ranah hukum setelah YGMS memastikan akan melaporkan dugaan penyebaran informasi yang dianggap merugikan yayasan dan berpotensi menghambat pelaksanaan program MBG di Sumatera Selatan.

(AN)