Vebri: Munggah Budaya, Harusnya Pemkot Ikut Mendampingi

Budaya25 Dilihat

PALEMBANG|DutaExpose.com- Puncak acara *Munggah Budaya* yang digelar di Gedung Kesenian Palembang, diakhiri dengan pentas musik dangdut, lagu-lagu pop kreatif, serta lagu genre rock yang ditampilkan *Bucu Band*

Kerukunan Keluarga Pedangdut Palembang (KKPP) menampilkan penyanyi Vania dari Indosiar Dangdut Academy, Nabilla, dan pedangdut Maharani.

Sekretaris KKPP Sumatera Selatan Fattulharris, mengatakan bahwa pihaknya sengaja menampilkan penyanyi muda dalam acara itu.

“Tampilnya tiga penyanyi dangdut muda tersebut diharapkan dapat meneruskan generasi dangdut di Kota Palembang ini,” ujar Fattulharris kepada awak media ini, di pelataran Gedung Seni Palembang, Selasa malam (27/6/2023).

Menurut Fattulharris yang akrab dipanggil Harris itu, mengatakan gembira atas tampilnya tiga penyanyi muda tersebut. “Apalagi secara teknis menyanyi, mereka cukup menguasai nilai estetika irama dangdut yang baik. Ini modal bagi mereka untuk KKPP tampilkan,” ujar Harris, tersenyum.

Vania DA, kata Harris, penyanyi muda Kota Palembang yang pernah menetap di Indosiar Dangdut Academy selama bebetapa waktu.

Selama di Indosiar Dangdut Academy, tambah Harris, Vania sudah menerima pengajaran tentang teknis bernyanyi, misalnya mengatur pernapasan serta penguasaan teknik vibrasi dan mengilustrasi cengkok ketika ia bernyanyi.

Sedangkan dua penyanyi lainnya, Nabilla dan Maharani secara autodidak begitu piawai menguasai teknik bernyanyi. “Ini modal utama untuke menjadi penyanyi dangdut yang baik,” kata Harris.

Sementara itu Ketua Palembang Darurat Cagar Budaya Vebri Al-Lintani, menyatakan gembira dan juga kecewa.

Gembira, kata Vebri, perjuangan agar seniman mendapat pasilitas gedung kesenian sudah diperoleh. Sebab sejak tahun 1999-2000, gedung kesenian Sriwijaya di kawasan kampus, dibongkar dan dijadikan kawasan perdagangan. “Akibatnya seniman kehilangan ruang untuk berekspresi,” tegasnya.

Sekarang, katanya, seniman Palembang sudah memperoleh akomodasi gedung Balai Pertemuan dalam kondisi sangat memprihatinkan.

“Setelah kawan-kawan dari KKPP dan Dewan Kesenian Pakembang membersihkan padang rumput dan meningkatkan kualitas gedung, kita sepakat mengisinya dengan kegiatan kesenian. Sayangnya tak ada satu pihak pemerintah yang ikut memberikan apresiasi terhadap seniman,” kata Vebri.

Harusnya, ketika ada aktivitas kesenian, setidaknya ada yang mewakili untuk melihat perkembangan gedung setelah diserahkan untuk seniman.

“Ini penting dilakukan, sehingga nanti pihak pemerintah bisa menganggarkan biaya peningkatan mutu gedung dan sekitarnya,” ujar Vebri.

Jadi, katanya, posisi pemerintah dalam masalah ini, selain memberika pasilitas yang dibutuhkan seniman, pemerintah harus bertindak untuk mendampingi seniman.

“Dengan adanya kolaborasi antara seniman dan pemerintah, kita harapkan mampu menciitakan karya seni yang bisa mengharumkan nama daerah (Kota Palembang),” tegas Vebri. (*)

Laporan Anto Narasoma