GAPENSI Soroti Minimnya Anggaran Daerah, Musda XII Sumsel Minta Pemerintah Perkuat Dana Infrastruktur

Berita, Palembang47 Dilihat

Palembang | DutaExpose.com – Persoalan anggaran daerah dan profesionalisme kontraktor menjadi sorotan utama dalam Musyawarah Daerah (Musda) XII BPD GAPENSI Sumatera Selatan yang digelar di Hotel Salatin, Jumat (13/02/2026). Forum lima tahunan ini menjadi ajang konsolidasi dan penegasan posisi GAPENSI dalam peta pembangunan infrastruktur nasional.

Ketua Umum Andi Rukman N. Karumpa menegaskan pentingnya peningkatan dana transfer pusat ke daerah yang dinilai sebagai kunci pemerataan pembangunan dan penguatan layanan publik. Ia menilai pemerintah daerah akan menghadapi kesulitan besar dalam mengeksekusi program prioritas tanpa dukungan fiskal yang kuat dari pusat.

“Tanpa anggaran memadai, daerah tidak dapat menentukan prioritas pembangunan. Kami mendesak pemerintah pusat memperkuat dana transfer untuk mendukung layanan publik dan pemberdayaan UMKM konstruksi,” tegasnya.

Andi Rukman juga menyoroti implementasi Perpres 46/2023 serta Permen PUPR Nomor 06 Tahun 2025, yang membuka ruang lebih besar bagi pelaku usaha kecil konstruksi. Namun menurutnya, perluasan akses tersebut harus sejalan dengan peningkatan mutu pekerjaan.

“Kontrak yang diberikan adalah amanah. Kualitas tidak bisa dinegosiasikan. Profesionalisme adalah harga mati,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua BPD GAPENSI Sumsel, Mayumi Itsuwa B.A, menegaskan Musda XII merupakan momentum penting untuk memilih pemimpin organisasi yang mampu membawa GAPENSI beradaptasi menghadapi perkembangan teknologi dan tantangan industri konstruksi modern.

“Digitalisasi adalah kebutuhan, bukan pilihan. GAPENSI harus memastikan seluruh anggota siap memasuki ekosistem konstruksi modern berbasis teknologi,” katanya.

Mayumi juga menekankan pentingnya Sertifikasi Badan Usaha (SBU) sebagai fondasi kredibilitas sekaligus peningkatan daya saing perusahaan konstruksi. Ia mendorong seluruh anggota untuk menghidupkan kembali aktivitas usaha dan memperluas sinergi dengan pemerintah, akademisi, serta pelaku industri.

Saat ini GAPENSI Sumsel menaungi sekitar 500 perusahaan, meski beberapa cabang masih dalam proses reaktivasi setelah terpukul pandemi COVID-19.

“Pandemi sempat menghentikan banyak aktivitas konstruksi. Namun organisasi perlahan bangkit, dan Musda ini menjadi titik konsolidasi untuk memperkuat struktur GAPENSI di daerah,” ujarnya.

Melalui Musda XII ini, GAPENSI berharap melahirkan kepemimpinan yang solid, progresif, dan mampu mengawal peningkatan kualitas layanan infrastruktur sekaligus mempertegas peran asosiasi dalam mendorong pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan di Sumatera Selatan.

(AN)