PALEMBANG|DutaExpose.com – Terkait berita viral yang beredar di media Sosial ( Medsos) mengenai adanya korban penelantaran yang dilakukan RSUD Palembang Bari dibantah tegas oleh pihak Rumah Sakit.
Hal ini dikatakan oleh Katim Humas dan Pemasaran RSUD Palembang Bari, Adea Triutami kepada wartawan, Senin 22 September 2025 di ruang kerjanya.
“Kita menegaskan disini bahwa tidak ada korban penelantaran yang dilakukan oleh pihak Rumah Sakit,” ujar Katim Humas dan Pemasaran RSUD Palembang Bari.
Ia tidak menampik bila RSUD Palembang Bari merawat bayi N sebagai pasien rujukan yang telah dilakukan perawatan sejak Senin 1 September 2025 hingga 20 September 2025 di NUCU.
Kemudian dalam prosesnya pasien ini dinyatakan meninggal dunia Sabtu 20 September 2025 sekira pukul 11.06 WIB, kemudian pasien bersama keluarganya diantar menggunakan mobil ambulans ke rumahnya di daerah 10 Ilir, Kecamatan IT I Palembang.
“Saat pengantaran memang ada kendala karena mobil tidak bisa mengantarkan hingga ke rumah lantaran adanya portal penghalang hingga sesuai permintaan keluarga diturunkan di depan lorong,” katanya.
Ia memastikan bahwa RSUD Palembang Bari melakukan sesuai dengan prosedur pelayanan, dari mulai pendampingan hingga melakukan pengantaran jenazah.
Terkait keluarga pasien akan membawa jenazah ke kampung halaman di Lampung, RSUD Palembang Bari siap memfasilitasinya dengan gratis.
“Kita akan memberikan fasilitas kepada mereka dengan mengantarkan mereka ke tujuannya ke Lampung dengan didampingi tim satpam dan driver mobil ambulans gratis,”jelanya.
Sementara itu, orang tua pasien N, Joko (40) menuturkan, bahwa saat itu mereka diturunkan di depan lorong lantaran adanya portal sehingga mobil ambulans tidak bisa masuk ke dalam.
Tapi sebenarnya bisa masuk karena portal itu tinggi dibandingkan mobil, namun alasan driver ambulans saat itu tidak muat karena mobil pick up yang bermuatan barang bisa masuk ke dalam tanpa tersandung portal.
“Saat itu saya tidak mau berdebat dengan drivernya, sehingga mengucapkan terima kasih telah diantar,” ungkapnya sast ditemui di rumah sakit.
Sedangkan untuk ditelantaran itu sebenarnya tidak benar melainkan diberhentikan depan lorong tidak sampai ke rumah lantaran anggapan drivernya adanya portal itu tidak bisa masuk.
“Saya memastikan tidak ada penelantaran maupun penurunan di depan Masjid Agung, sedangkan untuk kata-kata penelantaran itu terucap oleh warga sekitar karena saya berjalan kaki dengan mengendong anaknya,” ungkapnya. (ndre)







