Palembang | DutaExpose.com – Sekretaris Jenderal Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI), Dr. drg. Eka Firmansyah, M.Kes., Sp.Ort., menegaskan pentingnya perhatian pemerintah daerah terhadap krisis tenaga dokter gigi di Sumatera Selatan. Ia meminta agar pesan tersebut turut disampaikan kepada Gubernur Herman Deru, mengingat dampaknya yang langsung dirasakan masyarakat di tingkat layanan dasar.
Eka menyoroti bahwa Program Studi Kedokteran Gigi Universitas Sriwijaya hingga kini masih berstatus prodi, bukan fakultas. Kondisi ini dianggap menjadi salah satu faktor yang menghambat percepatan pemenuhan kebutuhan dokter gigi, terutama karena jumlah tenaga pengajar spesialis masih terbatas.
Pernyataan itu disampaikan saat pelantikan Pengurus Wilayah PDGI Sumatera Selatan dan PDGI cabang se-Sumsel periode 2025–2030 di The Zuri Palembang, Minggu (15/2/2026).
Penyebaran Dokter Gigi Belum Merata
Acara tersebut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, dr. H. Trisnawarman, M.Kes., Sp.KKLP., Supsp.FOMC., yang mewakili gubernur. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan bahwa distribusi tenaga kesehatan, khususnya dokter gigi, masih jauh dari ideal.
“Dari sekitar 354 puskesmas yang ada, baru 30 persen yang terisi dokter gigi,” ujarnya.
Ia mendorong PDGI Sumsel untuk melakukan audiensi dengan bupati dan wali kota guna mencari model kolaborasi dan rekrutmen yang lebih efektif. Pemerintah, kata Trisnawarman, telah membuka formasi ASN dokter gigi, namun minat pendaftar masih rendah.
Prodi Kedokteran Gigi Unsri: Belum Jadi Fakultas, Kekurangan Dosen Spesialis
Terkait status Prodi Kedokteran Gigi Unsri yang belum menjadi fakultas, Trisnawarman mengungkapkan bahwa Pemprov Sumsel telah beberapa kali mengadakan rapat bersama pihak kampus untuk membahas persoalan ini.
“Salah satu kendala utama adalah minimnya dosen spesialis karena prodi masih berada di bawah Fakultas Kedokteran,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah siap berkoordinasi dengan Dekan Fakultas Kedokteran Unsri untuk mempercepat penyusunan langkah strategis, termasuk rekrutmen dosen spesialis dan penguatan kurikulum.
Komitmen Pemprov Dukung Penguatan PDGI
Trisnawarman menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumsel dalam mendukung program-program PDGI, mulai dari peningkatan fasilitas kesehatan, akses pelatihan berkelanjutan bagi tenaga medis, hingga kampanye kesehatan gigi dan mulut yang lebih luas.
Ia menyebut program cek kesehatan gratis yang sedang berjalan dapat dimanfaatkan PDGI untuk memperkaya data kesehatan masyarakat.
Berdasarkan Indeks Kesehatan Gigi (IKG) nasional, hampir 50 persen masyarakat Indonesia mengalami karies. Kondisi ini membuat kebutuhan dokter gigi semakin mendesak, terutama di daerah pelosok dan puskesmas.
Harapan untuk Kepengurusan PDGI Sumsel 2025–2030
Di akhir sambutannya, Trisnawarman berharap kepengurusan PDGI Sumsel yang baru dilantik dapat menjadi motor penggerak perubahan melalui peningkatan etika profesi, integritas, serta kualitas pelayanan kesehatan gigi.
“Dengan kerja sama yang solid, masyarakat Sumatera Selatan dapat menjadi lebih sehat, produktif, dan sejahtera,” ujarnya.







